Mercedes Benz OH 1626

Mercedes Benz OH 1626 Perlahan namun pasti, pangsa pasar bus besar di Indonesia akan ‘digoyang’ oleh Mercedes-Benz. Dalam kurun dua tahun terakhir, PT. Mercedes-Benz Indonesia menawarkan empat tipe sekaligus, untuk berbagai jenis medan dan kebutuhan penumpang bus di Indonesia. “Tahun lalu kami meluncurkan produk chassis bus tipe OH-1526 yang bertenaga dan OH-1521 XBC yang irit. Tahun ini ada OH-1626 dan OH-1830 yang mengedepankan kenyamanan,” ujar Deputy Director Marketing and Communication PT. Mercedes-Benz Indonesia Yuniadi Hartono, akhir Agustus lalu kepada haltebus.com. Menurut Yuniadi, peluncuran empat tipe chassis dalam dua tahun terakhir adalah bagian dari rencana Mercedes-Benz untuk merespon keinginan masyarakat. Tidak hanya untuk pemilik PO bus namun juga penumpang bus sebagai end user. Dia mengatakan, dalam empat tahun terakhir, ada perkembangan yang cukup dinamis dari dunia usaha transportasi bus. Selain berbagai tipe dan merk hadir di Indonesia, kebutuhan dan tuntutan masyarakat pengguna bus semakin tinggi. Di tahun 1980 dan 1990-an, masyarakat masih memilih bus bersuspensi leafspring sebagai sarana transportasinya. Penjajakan Mercedes-Benz untuk bus bersuspensi udara, di tahun 1990-an, menurut Yuniadi, menunjukkan respon yang minim, baik dari sisi pengusaha maupun penumpang. Kini, seiring dengan pembangunan infrastruktur jalan yang berkembang pesat, tuntutan akan kenyamanan pun bertambah. Tak ingin ketinggalan dalam memenuhi keinginan pelanggannya yang 30 tahun lebih setia menggunakan bus Mercedes-Benz, PT MB Indonesia meresponnya dengan cepat. Karena itu tahun 2011 Mercedes-Benz menurunkan produk terbaru mereka yang mengedepankan kenyamanan sebagai andalan. OH-1626 dan OH-1830 hadir dengan fitur andalan suspensi udara dan spaceframe. Selain fitur yang menjamin kenyamanan dengan suspensi udara, fitur spaceframe memungkinkan bus memiliki bagasi yang luas. Sebagai salah satu pelopor di Indonesia, Yuniadi menegaskan, Mercedes-Benz ingin menghadirkan produk yang terbaik. Dari sisi mesin, OH-1626 sama dengan OH-1526 yang bertenaga 260HP, sedangkan OH-1830 menghadirkan mesin OM926LA Euro III bertenaga 300HP. Tak mau kalah dengan pesaing? “Tentu saja sebagai pelopor kami ingin menjadi yang terdepan,” kata dia. Pria yang pernah mengenyam pendidikan di Jerman ini menambahkan, kehadiran fitur suspensi udara yang built in ini juga untuk merespon banyaknya permintaan dari PO bus. Sebab, bus-bus bersuspensi udara yang dimiliki beberapa PO bus adalah hasil rakitan diluar Mercedes-Benz. "Kami tidak ingin suspensi udara rakitan itu berdampak pada produk kami karena Mercedes-Benz sendiri punya produk dengan spesifikasi bersuspensi udara. Sudah ada kasus terkait pemasangan suspensi udara diluar yang kami buat," katanya tanpa memperinci kasus itu. Teknologi untuk membangun chassis berbasis spaceframe pun lebih maju dibandingkan dengan chassis ladderframe seperti pada produk sebelumnya. Yuniadi menjelaskan, pada chassis spaceframe yang dikenal dengan monocoque ,bodi bus dibuat langsung tanpa ada ‘dudukan’ chassis dibawahnya. Mirip dengan membangun bodi mobil, yang langsung ditempel mesin dan ‘kaki-kaki’. Untuk itu, kata dia, PT. MB Indonesia memberikan sertifikat standar pembuatan bodi bus pada beberapa karoseri pada tahun 2010. “Dengan standar itu kami yakin karoseri-karoseri Indonesia mampu membuat bodi bus yang aman dengan basis spaceframe,” ujarnya. Sementara, dua tipe yang diluncurkan tahun 2010, OH-1526 dan OH-1521 XBC, menurut Yuniadi, dihadirkan untuk memenuhi pangsa pasar bus menengah. Meski menggunakan tipe mesin OM906LA untuk OH-1526 dan mesin OM924LA untuk OH-1521 XBC yang sama-sama berstandar Euro III, spesifikasi ‘kaki-kaki’ masih seperti pendahulunya, yakni leafspring. Pada OH-1521/60 bermesin OM366LA yang diproduksi tahun 1990-an dan OH-1525 bermesin OM906LA Euro II yang diproduksi tahun 2000-an yang masih menggunakan leafspring cukup laris dipasaran. Yuniadi menyatakan, basis leafspring untuk peredam kejut dua tipe bus ini ditujukan untuk daerah-daerah tertentu berkontur pegunungan yang banyak tikungan maupun jalan menanjak dan menurun. “Ada daerah-daerah tertentu, dimana penumpangnya merasa tidak nyaman dengan fitur airsuspension (suspensi udara) karena dinilai seperti melayang,” katanya. Tahun 2011 ini, PT Mercedes-Benz Indonesia menargetkan penjualan, hingga 1200 unit. Tahun 2010, penjualan bus Mercedes-Benz mencapai 786 unit. Rencananya, PT. Mercedes-Benz Indonesia akan meluncurkan produk terbaru mereka dalam waktu dekat. Dari penelusuran haltebus.com, sedikitnya 40 unit bus OH-1626 dalam proses pembuatan di sebuah karoseri di Jawa, dan untuk OH-1830 baru satu unit chassis yang datang dari pusat produksi bus Mercedes-Benz di Brazil. Peningkatan jumlah bus yang terjual dalam setahun mulai terjadi pada tahun 2010. Serapan pasar bus Indonesia meningkat drastis dari 917 unit penjualan seluruh merk bus di tahun 2009, menjadi 1.471 unit atau naik 60 persen di tahun 2010. Mercedes-Benz sendiri berhasil membukukan angka penjualan 786 unit. Angka ini cukup melonjak drastis mengingat pada 2009 Mercedes-Benz hanya menjual 462 unit bus atau naik sekitar 70 persen. Spesifikasi Teknis OH-1626 dan OH-1830 Sumber : PT. Mercedes-Benz Indonesia OH-1830 Engine : OM926LA Euro III Type : 6 Cylinder in line Power max : 300 hp/2200rpm Torque max : 1200nm/1400rpm Dispacement : 7201cm3 Transmission : ZF S6-1550 6 speed manual Suspension : air suspension Steering : ZF 8098 Tyres : 8.25 x 22.5 OH-1626 Engine : OM906LA Euro III Type : 6 Cylinder in line Power max : 260 hp/2200rpm Torque max : 950 Nm @ 1200-1600 rpm Dispacement : 6374 cm3 Transmission : G85 6 speed manual Suspension : air suspension Steering : ZF 8097 Tyres : 8.25 x 22.5